kebersamaan

kebersamaan
Ustadzah / pengasuh

Kamis, 17 Februari 2011

KUNJUNGAN KE POLSEK KEC. MUNTILAN


MENGENAL PROFESI
       Sesuai tema " P E K E R J A A N "  dalam rangka mengenalkan macam - macam profesi maka, sekolah mengadakan kerjasama dengan " P O L S E K " Kecamatan M U N T I L A N untuk mengadakan kegiatan
" KUNJUNGAN & RAMAH TAMAH " ke kantor POLSEK Kec. Muntilan.
       Alhamdulillah kedatangan kami ke kantor POLSEK kec. Muntilan pada hari Rab tanggal 16 Februari 2011 di sambut dengan hangat dan anak anakpun menikmati acara demi acara dengan gembira.

1. KEGIATAN RAMAH TAMAH

   Dalam kegiatan ini di pandu oleh Kepala bagian Humas. anak - anak di ajak berkenalan dan di kenalkan mengenai seragam, tugas, dan alat alat yang di gunakan oleh polisi.
 
II. NAIK MOBIL PATROLI

 Anak - anak di beri kesempatan berkeliling 2 putaran naik mobil patroli
III. MENGENAL RUANGAN YANG ADA DI KANTOR POLISI

 Di beri pengarahan sebelum masuk ruang informasi



 Menuju ruangan kantor kepala bagian Humas



 Memasuki ruangan penjara sementara


IV. SHARING 



V. PERSIAPAN KEMBALI KE SEKOLAH


Minggu, 12 Desember 2010

KARYAKU ( KELAS FATHONAH ) USIA 5 - 6 TH

KOLASE ( Menghias gambar baju dengan teknik kolase  menggunakan potongan kertas origami )

 karya mas Anton

 karya mas Sahal

 karya mbak nisa
karya mas Abyan
karya mbak wirda
Anak - anak menggunting kertas origami sendiri, dengan bentuk & ukuran sesuai keinginan anak.kemudian menempel pada gambar baju yang sudah di sediakan oleh ustazdah  dan mampu mengkombinasikan warna sesuai pengalamannya. Subhanallah,,,,,,,,,,HEBAT,,,,,,,,,,!!!!!

KUPU - KUPU DARI ANEKA BENTUK DAUN

Karya anak - anak fatonah

 karya mas Jojo

 karya mbak syifa'
karya mas Faqih

Ustadzah mencoba mengenalkan macam - macam bentuk daun dengan membuat hiasan kupu - kupu dari daun sirsat,bunga, dan rumput.Alhamdulillah Anak - anak dapat mengenal aneka bentuk daun,tekstur,ukuran daun dengan baik dan menyukai kegiatan ini.


Senin, 06 Desember 2010

To Understand Me, Is To Love Me (Pahami Aku, Dengan Mencintaiku)




To Understand Me, Is To Love Me
(Pahami Aku, Dengan Mencintaiku)
-children of the world-

Kita terkadang ingin agar anak kita menjadi anak yang dewasa...Namun "They are just kids" yang masih memiliki jiwa anak-anak... Lalu bagaimana solusinya? Kita belajar mengikuti pola pikir dan jiwa mereka, atau kita mengajarkan mereka untuk mengikuti jiwa dan pola pikir kita?
Tentu kita semua tahu, bahwa anak-anak masih memiliki kepribadian yang sangat labil. Itulah kenapa kita sebagai orang yang lebih dewasa, seharusnya lebih bisa memahami anak-anak. Selain itu, anak-anak tentu masih sangat sulit untuk memahami pola pikir dan jiwa kita, sebagai orang yang dewasa.
Seorang sastrawan terkenal, Kahlil Gibran, dalam salah satu syairnya menulis".. Kau boleh menyerupai mereka,tetapi jangan paksa mereka menyerupaimu.. .” Itulah kenapa, kita tidak boleh memaksakan anak-anak untuk menjadi orang dewasa mini. Artinya, sebagai orang tua, marilah kita berusahan membimbing buah hati kita untuk tumbuh dewasa secara alami, dan mau belajar dari mereka. Belajar dari anak-anak? Bagaimana caranya?
Otak Bawah Sadar

Selama ini, mungkin beberapa dari kita mengenal istilah “otak bawah sadar”. Otak bawah sadar yang dimiliki anak, biasanya lebih dominan daripada yang dimiliki orang dewasa. Oleh karena itu, seorang anak akan lebih mudah menangkap sesuatu saat mereka merasakan kedamaian. Itulah kenapa, buku-buku pelajaran di sekolah, khususnya buat anak-anak, lebih dominnan gambar daripada tulisan, menggunakan warna-warna yang menarik, dan terdapat banyak gambar-gambar lucu. Semua itu bertujuan untuk membangkitkan otak bawah sadar anak. Saat otak bawah sadar anak sedang aktif, maka penerimaan pelajaran bagi sang anak pun akan menjadi lebih mudah. Dan itulah kenapa, kegiatan mendongeng, bermain, bernyanyi, apalagi sambil belajar, sangat penting bagi anak-anak, dan hingga sekarang banyak digunakan sebagai media pengajaran di sekolah-sekolah.
Bagaimana proses pengajaran kepada anak yang baik?

Seorang sastrawa yang lain, Dorothy Law Nolte, berkata “Jika anak dibesarkan dengan toleransi,ia belajar menahan diri. Jka anak dbsearkan dengan dorongan/motivasi,ia belajar percaya diri. Jika anak dibesarkan dengan pujian ia belajar menghargai. Jika anak dbesarkan dengan perlakuan yang baik ia blajar keadilan. Jika anak dibesarkan dgn kasih sayang dan persahabatan ia blajar menemukan cinta dlm kehdupan.” Memang benar apa yang dikatakan sastrawan tersebut. Selain dengan bimbingan berupa nasihat, tentu saja seorang anak butuh seorang “role model” atau suri teladan. Siapakah itu? Tentu saja orang yang pertama kali diteladani oleh buah hati kita adalah kita sendiri. Maka alangkah lebih baik, di dalam kehidupan sehari-hari, sangatlah penting untuk memberikan contoh yang baik, Dan tentunya contoh-contoh yang baik ini tidak hanya dilakukan sesekali saja atau dalam jangka waktu tertentu saja, melainkan setiap saat. Diri kita juga harus mau belajar untuk bisa menjadi orang tua yang semakin baik dari hari ke hari. Selain kita berusaha selalu memberikan waktu kita kepada anak setiap hari, akan lebih baik bagi kita untuk mau belajar dari beberapa sumber. Misalnya, dengan mengikuti seminar-seminar parenting, membaca buku-buku yang bisa mendewasakan kita, mau belajar dari orang lain, dan masih banyak sumber-sumber yang bisa dengan mudah kita dapatkan di jaman sekarang.

Hypnoparenting

Salah satu metode parenting yang sedang ngetrend pada zaman sekarang adalah hypnoparenting. Berbicara tentang hypnoparenting (parenting dengan cara hipnotis), sebaikanya kita jangan berpikiran negative terlebih dahulu. Karena hypnoparenting sangat berbeda dengan ilmu-ilmu yang mungkin kita anggap sesat dan tidak baik. Inti dari pembelajaran hypnoparenting adalah pemberian sugesti/nasihat yang positif kepada anak. Bisa dengan perbuatan dan tingkah laku. Sebenanrnya hampir sama, dengan cara-cara... yang telah kita bicarakan. Namun di dalam hypnoparenting pembahasannya lebih mendalam, karena kita diajak untuk menguasai pikiran bawah sadar anak...
Hypnoparenting digunakan karena anak-anak di jaman skrg lebih cerdas daripada anak-anak di jaman kita dulu... sehingga dengan pemaksaan, hukuman, dan kemarahan, hampir tidak mempan...Dengan hypnoparenting kita dituntut untuk menjadi ortu yang cerdas dan bijak. Sehingga, sebagai contoh, pada saat anak kita berbohong, kita tidak hanya mengatakan (apalagi sambil marah) "Kamu tidak boleh bohong!" "Bohong itu dosa!" Dengan cara seperti itu, yang terekam di dalam otak bawah sadar anak adalah “pengulangan”. Maka kemungkinan besar, buah hati kita bisa mengulangi perbuatan tercela tersebut. Dan bisa-bisa seorang anak justru malah bisa terbentuk menjadi seorang pembohong, karena kata “bohong” selalu terekam di dalam pikirannya. Namun dengan hypnoparenting kita lebih menekankan pada pemberian sugesti positif. Jadi... Selain kejujuran yang kita terapkan dari diri kita dalam kehidupkan sehari lewat perbuatan, kita juga harus bisa menanamkan sugesti dan nasihat yang positif kepada anak. Misalnya, pada saat buah hati kita berbohong, kita mengatakan,"Dengan selalu berkata jujur, kita pasti akan selalu memiliki banyak teman. Coba deh, kalau kita pernah berbohong kepada teman, dan teman kita tahu kalau kita berbohong. Pasti kita melukai perasaan teman kita itu. Kalau banyak orang tahu kita suka boong, kita jadi ga punya temen deh..... dst"
Jadi sebagai orang tua, atau pun guru, yuk mari kita berusahan memahami sang buah hati dengan kasih yang tulus. Sehingga kita akan semakin mengerti kepribadian buah hati kita. Karena dengan mengerti, segala permasalahan yang terjadi dengan buah hati kita pun mudah untuk terselesaikan, dan kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan pun semakin mudah untuk diperbaiki. Selain itu, marilah kita bersedia memperbaiki diri dari setiap kesalahan yang kita lakukan pada saat kita mendidik buah hati kita dan mau belajar dimanapun, kapanpun, dan dengan siapa pun, supaya kita pun bisa menjadi teladan dan penasihat yang baik bagi buah hati kita. Karena,…”They are just kids.”

Sumber: Forum Diskusi Kak Zepe, 18 November 2010

Minggu, 31 Oktober 2010

Skala Perkembangan Kematangan Sosial Untuk Anak Umur 2 - 6 Tahun

UMUR 2-3 TAHUN

1. Minta pergi ke belakang (WC)
2. Mengeringkan tangan
3. Menanggalkan pakaian
4. Memakai baju atau pakaian tanpa bantuan
5. Makan dengan sendok tanpa berceceran
6. Mengambil minuman tanpa dibantu
7. Menceritakan pengalaman
8. Mengatakan sesuatu keinginan
9. Berprakarsa sendiri untuk memulai permainan
10. Menghindari bahaya-bahaya yang sederhana
11. Memotong-motong dengan gunting
12. Dapat mengenal tempat

UMUR 3-4 TAHUN
1. Minta pergi ke WC
2. Mengancing baju atau pakaian
3. Mencuci tangan tanpa bantuan
4. Minta tambah makan
5. Mengambil alat-alat makan dan minum sendiri tanpa dibantu
6. Memilih permainan atau barang untuk dirinya
7. Menunjukkan suatu aktivitas kepada orang lain
8. Bermain-main bersama pada tingkat taman kanak-kanak
9. Menceritakan pengalaman-pengalaman kecil
10. Membantu pekerjaan rumah tangga
11. Naik turun trap lantai rumah tanpa dibantu
12. Pergi ke lingkungan tetangga tanpa diantar

UMUR 4-5 TAHUN
1. Pergi tidur sendiri tanpa ditemani orang tuanya
2. Menyisir rambut secara sederhana
3. Menggosok gigi
4. Mencuci muka tanpa dibantu
5. Dapat disuruh membeli sesuatu
6. Bermain-main permainan yang bersifat lomba
7. Menyampaikan pesan sederhana
8. Memakai pensil atau kapur untuk menggambar
9. Naik turun tangga tanpa dibantu

UMUR 5-6 TAHUN
1. Pergi tidur dengan bantuan
2. Mandi masih dengan bantuan orang lain
3. Melayani diri sendiri dalam hal makan
4. Dapat berbelanja kecil-kecilan
5. Bermain permainan meja sederhana
6. Menulis satu atau lebih huruf sederhana
7. Bermain-main permainan yang beresiko seperti kereta atau geedekan dorong, meloncat panggug, jungki r   balik
8. Pergi ke sekolah tanpa diantar

by : pondok Ibu.com

FAKTOR PEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK .

“Ayo sayang kamu bisa kok…Ummi tahu kamu bisa melakukannya” aku berusaha selalu memberi support anak-anak bisa melakukan hal-hal sederhana yang mestinya bisa mereka lakukan sendiri. Tapi adakalanya mereka mau, adakalnya juga tidak.  Bahkan berbuntut anak jadi rewel dan ngambek. waw… memang menghadapi anak-anak harus super sabar. Di paksa sedikit aja sudah membuat suasana berubah jadi kisruh.
Betapa senangnya memiliki anak mandiri dan memiliki kepercayaan diri. Sebenarnya apa sih yang mempengaruhi kemandirian dan kepercayaan diri anak ?
Kemandirian bukanlah keterampilan yang muncul tiba-tiba, tetapi perlu diajarkan kepada anak. Tanpa diajarkan, anak-anak tidak tahu bagaimana harus membantu dirinya sendiri. Kemampuan bantu diri inilah yang dimaksud dengan mandiri.Kemandirian fisik adalah kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri. Sedang kemandirian psikologis adalah kemampuan untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah sendiri.
Ketidakmandirian fisik bisa berakibat pada ketidakmampuan psikologis. Anak yang selalu dibantu akan tergantung pada orang lain karena merasa tidak memiliki kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri. Akibatnya, ketika ia menghadapi masalah, ia akan mengharapkan bantuan orang lain untuk mengambil keputusan bagi dirinya dan memecahkan masalahnya.

Nampaknya ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian anak :
  1. Faktor bawaan. Ada anak yang berpembawaan mandiri, ada yang memang suka dan menikmati jika dibantu orang lain.
  2. Pola asuh. Bisa saja anak berpembawaan mandiri menjadi tidak mandiri karena sikap orang tua yang selalu membantu dan melayani.
  3. Kondisi fisik anak. Anak yang kurang cerdas atau memiliki penyakit bawaan, bisa saja diperlakukan lebih “istimewa” ketimbang saudara-saudaranya, sehingga malah menjadikan anak tidak mandiri.
  4. Urutan Kelahiran. Anak sulung cenderung lebih diperhatikan, dilindungi, dibantu, apalagi orang tua belum berpengalaman. Anak bungsu cenderung dimanja, apalagi bila selisih usianya cukup jauh 
di salin dari pondok ibu.com

Rabu, 27 Oktober 2010

kegiatan pasca letusan merapi

         
                Hari ini Rabu 27 oktober 2010,,,,kegiatan di sekolah sedikit terganggu karena abu vulkanik yang lumayan tebal meyelimuti sepanjang jalan menuju sekolah dan area sekolah. Abu berasal dari letusan gunung merapi tgl 26 oktober  2010 sekitar pukul 18.30 WIB. Anak - anak siswa siswi KB IT NURUL HIKMAH ada yang mengungsi,,,terutama yang bertempat tinggal di kecamatan srumbung.Astaghfirullahhal'adhim,,,,,ikut prihatin dengan keadaan ini.
         Anak - anak berangkat sekolah dengan perjuangan melawan tebalnya debu di sepanjang jalan,,,rencananya sekolah mau membantu memberikan masker pada semua anak, Namun Ustadzah sudah berusaha mencari masker di seluruh Apotik yang ada di muntilan sudah habis terjual,,,,tetapi sebagian anak sudah ada yang di bawakan masker oleh orang tuanya.Akhirnya ustadzah menasihati anak - anak supaya masuk ke kelas dan main di dalam kelas, karena kalau terlalu banyak menghirup debu / abu nanti bisa sesak nafas & batuk. jika keluar kelas di wajibkan menutup hidung & mulut dengan kain dan juga masker yang sudah di bawakan oleh orang tuanya. Alhamdulillah anak - anak bisa mendengarkan nasihat Ustadzah....


          Jam 08.00 WIB bel berbunyi tanda kegiatan belajar mengajar di mulai....anak - anak masuk kelas, berdo'a, dan mulai kegiatan. sebelum mulai belajar anak - anak mengajak sharing tentang pengalamannya melihat hujan abu, hujan pasir, & hujan kerikil yang di alaminya.Ustadzah menanggapi cerita2 sesuai dengan pengalaman anak tentang letusan gunung merapi. Subhanallah,,, Anak  anak yang HEBAT,,,semua anak bercerita dengan penuh kekaguman .


          Jam 09.00 WIB Tiba saatnya istirahat,,,,anak -anak mau bermain, tetapi semua mainan yang ada di luar kelas tertutup abu. kemudian anak - anak dan juga Ustadzah bersama - sama membersihkan mainan yang ada di luar kelas.
Subhanallah,,, anak - anak sangat antusias membersihkan semua mainan. mereka selalu bersemangat,,,,,tetapi mas ade, mas sakti dan teman2 yang lainnya ketika membersihkan mainan tidak mau memakai masker,,katanya " Ustadzah,,, debunya sudah tidak bayak kok,,, boleh lepas maskernya tidak?? kmudian ustadzah melihat keadaan untuk meyakinkan,,,Alahamdulillah debu sudah mulai berkurang & ustadzah kemudian mengizinkan untuk sementara masker di buka...tetapi kalau perjalanan pulang , masker di pakai lagi ya? anak2 menyetujuinya,,,,,,,,,,,,

         Jam 10.30 WIB beberapa wali murid sudah ada yang menjemput putra putrinya. padahal jadwal pulang sekolah jam 12.30 WIB. ustadzah bertanya " ada apa ya pak, kok sudah di jemput??" kemudian di jawab " saya khawatir bu, saat ini merapi sudah 3 X letusan,,,," sempat panik juga mendengar kabar itu,,,kemudian anak2 di pulangkan jam 11.00 WIB. dan untuk mensterilkan anak2 dari bahaya debu & abu. Sekolah memberikan kesempatan untuk istirahat di rumah dulu dan meliburkan 2 hari yaitu tgl 28 & 29 Oktober 2010.sampai ketemu lagi hari senin tgl 1 november 2010 ya??? Semoga keadaan segera membaik & semoga  Allah SWT selalu melindungi kita dari berbagai macam musibah,,,,,Amin Yaa,,,Robbal'alamin,,,,,,,,

post by : Wali kelas Fathonah

Minggu, 24 Oktober 2010

Kegiatan Ekstra Renang

 Byurrrr,,,,,heemmm... dinginnya kolam renang SORLI ,,,,,,tapi menyenangkan,,,,

 Anak - anak sebagian sedang pemanasan & sebagian siap mulai berenang....


Manfaat Berenang
 
      Menurut psikolog perkembangan anak, Dra. Anita D Firdaus M.Psi., olahraga renang sangat dianjurkan untuk batita. Olahraga ini dapat membantu perkembangan fisik dan motorik anak. Biasanya kemajuan perkembangan ini akan sejalan dengan intensitas dan lamanya si kecil mengikuti kegiatan ini. Selain itu, perkembangan sosial emosionalnya pun terbangun. "Manfaat berenang yang cukup ensensial adalah menumbuhkan rasa percaya diri anak dan meluaskan lingkup sosialnya," 

      Seperti kegiatan lainnya, berenang adalah arena bermain dan ekplorasi kemampuan diri anak. Pada saat berenang si kecil akan dibantu untuk mengembangkan kemampuan motorik dan kekuatan tubuhnya. Selama belajar berenang, anak akan belajar menguasai keterampilan yang baru dan menyenangi koordinasi fisik yang baru. Anak juga mempelajari teknik keselamatan di air yang dapat mencegah kecelakaan.

     Selain itu, anak yang mengetahui cara berenang biasanya tidak akan takut dengan air. Hal ini berguna sampai ia dewasa. Beberapa orang dewasa yang tidak bisa berenang sering merasa ketakutan jika bepergian dengan perahu. Bahkan mereka akan selalu panik jika melihat anak berada di dekat kolam renang. "Ketakutan seperti ini dapat menimbulkan kelumpuhan emosional dan membatasi hubungan sosial," 


       Berenang adalah olahraga yang membutuhkan keberanian tinggi. Untuk menumbuhkannya tentu tidak mudah. Namun, bila keberanian itu sudah muncul dan anak mulai nyaman dengan olahraga ini, kepercayaan dirinya mulai tumbuh. Apalagi bila lingkungan sekitarnya cukup mendukung. Orangtua yang rajin berenang biasanya dapat 'menularkan' kepandaian ini dengan mudah pada anak. 
 
                                Langkah Praktis Mengajari Balita Berenang
  1. Ajak ia bermain di dekat air sedini mungkin.
  2. Mulailah berenang di kolam yang kecil, kolam khusus anak - anak.
  3. Dampingilah ia saat berada di dalam air.
  4. Bila ia mulai menunjukan rasa takut, segera angkat dari kolam.
  5. Ajaklah ke kolam renang minimal sebulan sekali.



 Berenang di KID'S Fun Jl.Wonosari


Ustadzah sedang membujuk & meyakinkan anak - anak yang takut berenang, Alhamdulillah semua anak berani mencoba,,,,,,HEBAT......!!!


Di edit oleh : Fik'afik saja